-->

AdSense

Kau Mengatakan Puisi Cinta Dengan Singkat

Kau Mengatakan Puisi Cinta Dengan Singkat

Terkulai Perona Dalam Rajutan Perkataan Kian Menepi
Diam-diam Kau Menerpa Hati Secara Perlahan Dengan Sangat Singkat
Sore Senja Meskipun Cerah Menandakan Diri Sangat Resah
Pertanda Petang Menyelimuti Pandangan Yang Tak Bertepi
Hari Esok Ingin Kau Tanggakkan Muka Menjulang Tinggi
Tapi Kau Lupa Dengan Irama Langkah Kakimu

Gema Perkataan Yang Kau Anggap Dari Relung Jiwamu
Aku Sangat Risi Dengan Setiap Bait Perkataan Yang Ku Dengar
Kegundahan Telah Menyelimutiku Melalui Ingatanku
Hanyut Terkulai Memberikan Sisi Kehayalan
Raungan Jiwa Menolak Dalam Setiap Pandangan
Aku Takan Pernah Sadar Dalam Detak Keinginanku

Tempat Yang Telah Aku Jaga Kini Mulai Goyah Dengan Mudah
Mencoba Merajut Asa Dalam Kerapuhan Tanpa Daya
Kekuatan Yang Tertanam Kian Menjauh Tanpa Sebab
Lemah Semakin Nyata Pada Diriku Ini
Sesudih Inikah Kau Memanfaatkanku Jauh Dari Kenyataan
Hari Yang Membosankan Bagiku Untuk Terus Aku Jalani

Kau Tuntun Aku Memasuki Ruang Dimensi Hayalan
Kau Menuntunku Menuju Irama Yang Aku Tidak Ketahui
Kau Memberiku Sebuah Bayangan Dibawah Terik Mentari
Kau Menegurku Dalam Jeritanmu Yang Menggema
Kau Menarikku Jauh Dari Tepian Yang Tidak Aku Fahami Ujungnya
Kau Membisikan Sedangkan Aku Tak Merasakan

Hidup Seperti Menikmati Pendirataan Yang Kau Buat
Hidup Seperti Menikmati Kebisingan Atas Keramaian
Hidup Seperti Menikmati Ramainya Dalam Kegelapan
Hidup Seperti Menikmati Rasa Tanpa Ada Bekas
Hidup Seperti Menikmati Pijakan Tanpa Alas Kaki
Hidup Seperti Menikmati Pujian Dalam Kehinaan

Inikah Rasa Sebagai Penawar
Inikah Ramuan Dalam Kemabukan
Inikah Tegukan Pada Pembalasan
Inikah Syarat Pertunjukkan Pada Perasaan
Inikah Irama Dalam Drama
Inikah Tontonan Tanpa Ada Sekenario

0 Response to "Kau Mengatakan Puisi Cinta Dengan Singkat "

Iklan Atas Artikel